GARUT, 8 Juli 2026 – Desa Sukamenak,Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut memiliki topografi dan kondisi tanah yang cocok untuk penanaman biji kopi lokal. Dimana warga setempat memiliki ketertarikan pada industri kopi dimana para warga mulai melakukan pengolahan hingga memproduksi secara mandiri dari hasil penanaman petani setempat. Biji kopi khas di wilayah ini memiliki jenis arabica dan biasa disebut sebagai arabica talaga bodas dan dikemas serta kita kenal dengan nama kopi papandak, yang kini menjadi salah satu produk unggulan UMKM Desa Sukamenak.
Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Kami mahasiswa program studi Survei Pemetaan dan Informasi Geogarfis terlibat secara langsung melihat proses dari hulu ke hilir; mulai dari penyortiran biji kopi (green beans), proses roasting (pemanggangan), hingga pengemasan. Di balik kualitas produk yang dimiliki UMKM ini masih menghadapi tantangan, khususnya dalam memperluas jangkauan pasar serta membangun identitas merek (branding) yang lebih dikenal masyarakat secara luas. Keterbatasan promosi, strategi pemasaran, serta penguatan identitas visual yang masih perlu dikembangkan karna hal tersebut, kami tidak tinggal diam. Dengan latar belakang keilmuan Geografi, para mahasiswa merancang pendekatan yang komprehensif. Dengan melakukan diskusi dua arah juga dilakukan antara mahasiswa dan pemilik UMKM yaitu Pak Tata untuk mengidentifikasi apa saja kendala yang selama ini menghambat ekspansi Kopi Papandak.

Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan UMKM Kopi Papandak, kami turut membantu merancang desain baru yang lebih menarik dan memiliki identitas visual yang lebih kuat. Perancangan desain ini bertujuan untuk meningkatkan nilai estetika produk, memperkuat citra merek (branding), serta memberikan daya tarik yang lebih besar bagi calon konsumen. Dengan hadirnya desain baru tersebut, diharapkan Kopi Papandak dapat tampil lebih profesional, mudah dikenali, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas
Melalui sinergi antara semangat akademis mahasiswa dengan pengalaman serta kearifan lokal masyarakat Desa Sukamenak, diharapkan UMKM Kopi Papandak dapat terus berkembang dan mampu "naik kelas". Kami Dengan meningkatnya daya saing produk, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan identitas merek, Kopi Papandak diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Lebih dari itu, Kopi Papandak juga berpotensi menjadi salah satu ikon kebanggaan baru Kecamatan Wanaraja yang mampu memperkenalkan kekayaan potensi lokal Kabupaten Garut kepada masyarakat yang lebih luas.