GARUT, 3 Juli 2026 – Pemandangan berbeda terlihat di langit Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, pekan ini. Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kelompok 8 melakukan manuver drone (pesawat udara nirawak) melintasi perbukitan dan pemukiman warga. Bukan sekadar mengambil video dokumentasi, drone tersebut sedang menjalankan misi penting: akuisisi data spasial untuk pembuatan Peta Orthophoto Desa Sukamenak.
Pembuatan peta desa yang akurat dan mutakhir kerap menjadi kendala bagi pemerintah desa karena keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi. Menjawab permasalahan tersebut, beberapa mahasiswa dari Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) yang tergabung dalam Kelompok 8 mengambil inisiatif untuk turun langsung mengeksekusi program kerja Pemetaan Geospasial Desa.
Proses akuisisi data ini dilakukan sepenuhnya oleh tim mahasiswa, mulai dari tahap perencanaan jalur terbang (flight plan), akuisisi data GNSS, hingga pengoperasian drone di lapangan. Menariknya, pemetaan ini tidak dilakukan secara asal. Untuk menjamin peta yang dihasilkan memiliki akurasi geometrik yang memenuhi standar pemetaan nasional, tim mahasiswa mengaplikasikan metode fotogrametri yang ketat.
Dalam operasi pemetaan ini, tim mahasiswa memasang total 16 titik pengamatan presisi yang diukur menggunakan GPS Geodetik/GNSS, yang terdiri dari 10 Titik GCP (Ground Control Point) yang berfungsi sebagai titik ikat utama untuk meralat distorsi foto udara dan menarik citra drone agar tepat berada di koordinat bumi yang sebenarnya. Dan 6 Titik ICP (Independent Check Point) yang digunakan sebagai titik uji independen untuk menghitung dan memvalidasi nilai akurasi (RMSE) dari peta yang dihasilkan.
Langkah teknis ini membuktikan keseriusan Kelompok 8 dalam memberikan produk pengabdian masyarakat yang berkualitas tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan secara saintifik.
Setelah seluruh data udara dan koordinat bumi berhasil diakuisisi, tahap selanjutnya yang akan dilakukan oleh tim mahasiswa adalah pengolahan data (data processing) di posko KKN. Jutaan piksel foto udara tersebut akan dijahit (stitching) menjadi satu kesatuan Peta Orthophoto beresolusi tinggi.
Nantinya, peta ini tidak hanya akan dicetak dalam format ukuran besar untuk dipajang di Balai Desa, tetapi juga akan diintegrasikan ke dalam sistem basis data desa. Mahasiswa berharap, warisan data geospasial ini dapat mendorong Desa Sukamenak menuju era tata kelola pemerintahan desa yang berbasis data dan presisi.